Dari berbagai kajian pemodelan 3D yang pernah saya ikuti, berikut saya sarikan pengalaman tersebut.

Dalam perencanaan tapak (site lay out design) diperlukan kajian yang komprehensif dari berbagai disiplin. Kajian yang terutama berkaitan dengan penempatan equipment, tanki penyimpan dan bangunan penunjang, sistim pemipaan baik bawah tanah (underground), atas tanah (above ground) maupun diantara lantai platform serta yang tidak kalah pentingnya adalah prinsip keutamaan keselamatan kerja (safety) yang terintegrasi.

Kajian tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan efisiensi beroperasinya kilang (Plant), kemudahan perawatan, penanggulangan bahaya dan ketepatan akses dalam situasi darurat, penghindaran tumpang tindih/clash terhadap jalur pemipaan dengan kelengkapan struktur pendukung. Dalam tahapan konstruksi, akan mempermudah ereksi peralatan, keselamatan kerja dan aplikasi penggunaan alat bantu.

Kesemuanya akan berujung pada penghematan biaya dan waktu  dari segala segi. Baik ketika konstruksi, operasi sehari-hari,  perawatan berkala maupun perawatan besar (shut down/turn around).

Secara umum, pemeriksaan awal terhadap rencana 3D yang dapat dilakukan semua disiplin adalah pemeriksaan:

  1. Ketersediaan akses untuk operasi, perawatan dengan peralatan bergerak (mobile equipment).
  2. Lokasi area drop out. Maksudnya adalah lokasi dimana bagian equipment akan ditaruh untuk sementara pada saat perawatan besar atau shut down/turn around.
  3. Jalur akses dan jalan yang menyediakan ruang yang cukup bagi ketinggian kendaraan yang akan melewatinya, peralatan bergerak (crane misalnya). Akses atau jalan yang diperlukan demi efisiensi dan keselamatan konstruksi, operasi dan perawatan Plant. Poin ini hampir mirip dengan poin 1 namun lebih menekankan pada batasan ketinggian yang dapat disediakan. Misalnya jalur dibawah pipe bridge atau pipe rack.
  4. Ketersediaan tempat yang cukup diplatform termasuk verifikasi apakah platfor tersebut cukup memberikan ruang untuk pekerjaan tertentu nantinya . Dimana dimungkinkan adanya pekerjaan perawatan pada masa mendatang.
  5. Lokasi platform di stack atau vessel (baik  vertical maupun horizontal), dimana biasanya pekerja mencapai batas jeda dalam melakukan panjatan.
  6. Terhadap lokasi katup darurat shut down (emergency shut down) di area aman (biasanya untuk diameter 14” keatas).
  7. Akses untuk crane baik ketika bergerak maupun kondisi sedang beroperasi. Khususnya untuk kegunaan ketika perawatan air cooler dan motor pompa.

Secara khusus, tiap disiplin dapat menekankan lebih detail dalam pemeriksaan sesuai bidangnya, seperti:

A. Disiplin Keselamatan (Safety). Lebih detail dalam:

  1. Verifikasi terhadap lokasi hidran dan monitor untuk memastikan kecukupan cakupan area yang berpotensi terjadinya kebakaran.
  2. Pemeriksaan vessel vertikal dan platformnya demi ketepatan rute keluar darurat. Memastikan pula jalur darurat terpendek dan tidak ada halangannya ke darat serta ketika sampai dan berada didarat.
  3. Pemeriksaan terhadap tangga tegak lurus (ladder) dan tangga biasa, apakah telah dipasang dengan baik dari segala segi diluar struktur.
  4. Apakah perlu lalulintas keluar darurat harus melewati struktur. Dalam perihal ini, hendaknya diperiksa silang dengan peraturan keselamatan kerja dari pihak yang berwenang.
  5. Periksa ketersediaan akses untuk peralatan pemadam kebakaran bergerak (mobile) dan tim penolong.
  6. Apakah keselamatan pekerja dapat lebih dipastikan dengan penghindaran kemungkinan bahaya jatuh (tripping hazard) dan tumbukan kepala (misalnya terhadap posisi/ketinggian balok yang melintang dijalur darurat).
  7. Pemeriksaan terhadap manhole diplatform dan tangga vertical yang berkaitan dengan rute darurat.

B. Disiplin Static Equipment (khususnya Heat Exchanger, Heater, Vessel dan Column):

  1. Untuk Heat Exchanger, apakah bundle dapat ditarik dan direndahkan posisinya daripada platform dan peralatan tegak lainnya (seperti hidran).
  2. Juga, pemeriksaan terhadap kecukupan akses untuk perletakan exchanger di platform ketika diadakan pekerjaan perawatan.
  3. Untuk Vessel dan Column. Pemeriksaan dilakukan terhadap perletakan tangga, ladder, platform, apakah lokasi tersebut masuk kedalam kriteria logis.
  4. Kemudian, diperhatikan apakah area yang tersedia disekelilingnya cukup untuk aktivitas ereksi.
  5. Selanjutnya, perlu juga diperhatikan pertimbangan terhadap kegiatan pemasangan dan perletakan katalis, pengepakan/pembukaan, internal tray dan lain sebagainya.
  6. Untuk Heater. Diperlukan pemeriksaan terhadap kebutuhan ruangan sekitar fired heater jika terjadi hembusan jelaga dan aktifitas pelapasan residu kokas (coke) saat pencopotan burner.

C. Disiplin Sipil/Struktur:

  1. Pemeriksaan terhadap perletakan pengaku (bracing) struktur platform dan pipe rack guna menghindari clash terhadap jalur pipa.
  2. Juga posisi perletakan pondasi peralatan yang diperkirakan mempunyai berat yang signifikan  agar tidak berada diatas pipa bermaterial GRP/FRP.
  3. Demikian halnya perletakan pondasi tidak berada diatas jalur kabel (cabel trench) baik yang tertanam di tanah maupun berada dibawah pavement.
  4. Untuk pekerjaan fireproofing dengan sistem insitu spray (penyemprotan ditempat) bagi dudukan equipment maupun cast in situ untuk balok/kolom struktur baja agar diperhitungkan kecukupan area kerja dan perletakan peralatan kerja.

Dalam terapan kajian, ada beberapa tahapan yang dilakukan, normalnya dihitung berdasarkan persentase kemajuan design engineering. Tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

1. 30% Model Review

Kajian yang dilakukan dalam tahapan ini mencakup Perawatan, Keselamatan, Ergonomik, Keterbangunan (Constructability) dan Operasi serta pemipaan dengan diameter besar (misalnya diameter 14” keatas). Skala pembagian diameter pipa untuk tiap Plant bisa saja berbeda. Tergantung dari kapasitas out put yang akan dihasilkan. Masukan data yang diperlukan pada saat kajian diangka 30% ini adalah:

  1. Rencana Lokasi Tapak dan Peralatan (Equipment).
  2. P & ID (Diagram Pemipaan dan Instrument)
  3. Line List.
  4. Spesifikasi Material Pipa.
  5. Gambar-gambar Studi Rute Piping.
  6. Gambar-gambar Engineering dan Data Sheet Peralatan.
  7. Gambar-gambar Sipil dan Struktur.
  8. Gambar-gambar Bangunan Gedung (ITR, Sub Station, Operator Shelter dll).
  9. Gambar-gambar Cable Tray Kelistrikan dan Instrumen.

2. 60% Model Review

Mengkaji jalur utama pemipaan dan mempertahankan jalur yang sudah ada (jika tidak ada perubahan signifikan dari disiplin process). Pemipaan utama berada pada diameter menengah (misalnya diameter 4” keatas).

3. 90% Model Review

Mengkaji jalur pemipaan yang tersisa/diameter kecil (misalnya diameter 2 “ keatas)  dan mempertahankan desain yang sudah ada.

4. Sisanya (10%) berdasarkan as-built.

Dalam pemodelan 3D yang akan ditampilkan  untuk tiap-tiap disiplin yang terlibat, dilakukan dalam 3D CAD (Computer Aided Design) seperti:

  1. Disiplin Piping dan Equipment model menggunakan PDS (Plant Design System).
  2. Pemodelan Electrical menggunakan PDS.
  3. Structural menggunakan PDS.
  4. Building menggunakan Microstation.
  5. Pemodelan lain dapat diselesaikan dengan pemodelan integrasi Plant.

Sedangkan perangkat lunak komputer Intergraph 3D menggunakan:

  1. PDS Piping dan Equipment software, version 7.3.
  2. SmartPlant Review, version 6.2.
  3. Microstation, version 7.1.

Pada pelaksanaan kajian yang dilakukan secara bersama-sama ini, biasanya berlangsung dalam beberapa hari kerja, bahkan berminggu-minggu jika rencana tapaknya sangat luas dan kompleks isinya.

Dalam acara kajian tersebut, biasanya ada beberapa hal yang dijadikan perhatian bersama multi disiplin karena kaitan yang erat, misalnya seperti:

  1. Material pipa diatas tanah.
  2. Akses dan perawatan Pompa/Turbin/Boiler.
  3. Kemungkinan ketersediaan lahan untuk masa depan di area tertentu.
  4. Finalisasi Plot Plan.
  5. Insulasi untuk katup dan flange.
  6. Lokasi manifold katup control untuk layanan 2 fase.
  7. Lokasi silencer untuk layanan 2 fase.
  8. Konsep drainase permukaan.
  9. Tinjauan lokasi transformer.
  10. Tinjauan lokasi bangunan.
  11. Lokasi rumah analyzer.
  12. Lokasi Fuel gas drum.
  13. Analisa vibrasi dan stree pada sistem uap letdown.
  14. Kegunaan gedung-gedung pengendali.

Dan lain sebagainya. Yang pada dasarnya adalah perihal yang diajdikan perhatian secara bersamaan tersebut secara kuantitaif dan kualitatif tergantung berapa besar dan kompleksitas beban kerja di area yang akan dikerjakan.

Berikut contoh gambar Pemodelan 3D dari salah satu proyek petrokimia/refinery yang pernah saya tangani, Borouge 2 (Abu Dhabi Polymer Co) disalah satu seksi paket pekerjaan Olefins Conversion Unit: